Metode Consultant Social Science dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi dan Komunikasi Siswa

Penulis

  • Lestari Kurniawati Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Rangkasbitung

DOI:

https://doi.org/10.26811/didaktika.v4i2.146

Abstrak

Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi siswa menggunakan metode Consultant Social Science pada kelas IX.D SMPN 1 Rangkasbitung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, diawali dengan melakukan pengumpulan data, analisis data, membuat kesimpulan dan deskripsi data berdasarkan kondisi yang apa adanya. Hasil penelitian menunjukkan metode Consultant Social Science dapat meningkatkan aspek kerjasama, sesi I dan II, yaitu: 1). Kelompok Hasanudin sejumlah 15% yang dilihat dari kenaikan; 2). Kelompok Imam Bonjol 10% 3). Kelompok Teuku Umar sejumlah 5%; 4). Kelompok Cut Nyak Dien sejumlah 10%;5). Kelompok Kartini sejumlah 5%; dan 6). Kelompok Pattimura sejumlah 20%. Aspek komunikasi, yaitu 1). Kelompok Hasanudin sejumlah 10%; 2). Kelompok Imam Bonjol sejumlah 5%; 3). Kelompok Teuku Umar sejumlah 5%; 4). Kelompok Cut Nyak Dien sejumlah 10%; 5). Kelompok Kartini sejumlah 10%; dan 6). Kelompok Pattimura sejumlah 10%.

Referensi

Anantyarta, P., & Sari, R. L. (2017). Keterampilan Kolaboratif dan Metakognitif melalui Media Berbasis Means Ends Analysis Collaborative and Metakognitive Skills Through Multimedia Means Ends and Analysis Based. Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 37.

Freire, P. (2011). Pendidikan Kaum Tertindas (Alih bahasa: Tim Redaksi LP3ES). Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Kamber,D. (2000). Action Learning Research Improving The Quality of Teaching And Learning. London: Page Limited

Khasali, R. (2018). Distruption (Tak ada yang tak bisa Diubah Sebelum Dihadapi, Motivasi saja tidak cukup). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lasidos, Pahala Arion dan Zulkifli Matondang. (2015). Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Rencana Anggaran Biaya Siswa Kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan Smkn 2 Siatas Barita – Tapanuli Utara. Jurnal Educational Building, 13 – 22.

Lestari. G, E. d. (2015). Komunikasi yang Efektif. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Santrock, J. W. (2010). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Kencana Prenada Media Grup: Jakarta.

Silberman, B. d. (2010). Active Learning (101 Strategi Pembelajaran Aktif). Jogjakarta: Pustaka Insan Madani.

Uno, B. H., & Mohamad, N. (2011). Belajar dengan Pendekatan PAILKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kratif, Efektif, Menarik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Siswanto, R., Sugiono, S., & Prasojo, L. (2018). The Development of Management Model Program of Vocational School Teacher Partnership with Business World and Industry Word (DUDI). Jurnal Ilmiah Peuradeun, 6(3), 365-384. doi:10.26811/peuradeun.v6i3.322

Lewis, M., & Ponzio, V. (2016). Character Education as the Primary Purpose of Schooling for the Future. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 4(2), 137-146. doi:10.26811/peuradeun.v4i2.92

Auratu. (2018, April 2). Perubahan Sikap Siswa Pasif ketika Menggunakan CSS. (L. Kurniawati, Pewawancara)

Diterbitkan

2020-07-30

Cara Mengutip

Kurniawati, L. (2020). Metode Consultant Social Science dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi dan Komunikasi Siswa. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 4(2), 557-580. https://doi.org/10.26811/didaktika.v4i2.146