Bingkai Pecahan Berbasis MIKIR untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Pemahaman Konsep Penjumlahan Pecahan di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.26811/didaktika.v5i1.219Abstrak
Pemahaman konsep penjumlahan pecahan peserta didik kelas V SD Negeri Padike II rendah dan belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan sekolah. Dari 23 orang peserta didik yang dapat mencapai KKM hanya 8 orang (34,78%), sedangkan 15 orang (65,22%) belum mampu memenuhi. Hal ini disebabkan selama pembelajaran berlangsung peserta didik tidak terlibat aktif mulai dari mengalami, berinteraksi, berkomunikasi, terinspirasi, dan refleksi. Karena itu, diperlukan alat peraga yang dapat membantu agar mereka aktif belajar dan dapat memahami konsep penjumlahan pecahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar dan pemahaman konsep penjumlahan pecahan pada peserta didik kelas V SD Negeri Padike II Kabupaten Sumenep dengan menggunakan Bingkai Pecahan Berbasis MIKIR (mengalami, interaksi, inspirasi, komunikasi, dan refleksi). Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang bertujuan memperbaiki kualitas pembelajaran dengan mendeskripsikan aktivitas belajar dan pemahaman konsep penjumlahan pecahan bagi peserta didik melalui data kuantitatif dan kualitatif. Setelah menerapkan Bingkai Pecahan Berbasis MIKIR jumlah peserta didik yang tidak tuntas tinggal 4 orang (17%) dan 19 orang (83%) lainnya tuntas atau melampaui KKM.
Referensi
Dahlan M. Djawad. (2007). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Depdiknas. (2009). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas.
Fazriyah, N. (2016). Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Abad 21 di Sekolah Dasar. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis, Kreativitas, Komunikasi dan Kolaborasi Dalam Pembelajaran Abad 21: Inovasi Pembelajaran Abad 21, 1 (Desember 2016), 978–979.
Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia.
Ismiati. (2013). Penggunaan Blok Pecahan untuk Meningkatkan Kemampuan Bilangan Pecahan Sederhana.
Komariah. (2013). Penggunaan Kartu Bilangan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan pada Mata Pelajaran Matematika kelas V SD Al-Amin Surabaya.
Sardiman. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Siswono. (2012). Pembelajaran Matematika SD. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Soedjadi. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Dikti.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua materi yang diterbitkan oleh Jurnal_Didaktika_Pendidikan_Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons 4.0 (CC-BY-SA) atau lisensi yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Izin akses di luar cakupan lisensi ini mungkin tersedia di perpustakaan digital dan database jurnal akses terbuka.










