Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VII pada PJJ Melalui Leksimo
DOI:
https://doi.org/10.26811/didaktika.v5i3.339Abstrak
Keberhasilan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada mata pelajaran matematika mengharuskan guru dapat mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan keaktifan peserta didik pada PJJ melalui pemanfaatan lembar refleksi dan simbol emoji pada mata pelajaran matematika melalui LKPD dengan Leksimo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi pada dua siklus menggunakan LKPD dengan Leksimo. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar observasi dan refleksi pada akhir setiap siklus kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan LKPD dengan Leksimo dapat mengaktifkan peserta didik pada PJJ dari kategori cukup aktif dengan persentase sebesar 33,33% pada siklus I meningkat menjadi 58,33% dengan kategori aktif pada siklus II. Kondisi emosional peserta didik sangat baik dalam memahami dan bersemangat mengerjakan tugas dari 35,48% pada siklus I menjadi 54,84% pada siklus II. Peserta didik yang menemukan kendala atau kebingungan dalam memahami tugas menurun dari 25,81% menjadi 6,45%. Ini berarti guru dapat membantu peserta didik mengatasi hambatan untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dengan kolom emoji pada LKPD. Peningkatan keaktifan peserta didik juga tampak dari isian lembar refleksi yang menunjukkan peningkatan kontrol dan pengawasan orang tua dari 29% disiklus I menjadi 71% disiklus II
Referensi
Abtahi, M., & Battell, C. (2017). Integrate Social Justice Into the Mathematics Curriculum in Learning. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 5(1), 101-114. doi:10.26811/peuradeun.v5i1.123
Anim, A., Prasetyo, Y., & Rahmadani, E. (2019). Experimentation of Problem Posing Learning Model Assisted of Autograph Software to Students’ Mathematical Communication Ability in Terms of Student’s Gender. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 7(2), 331-342. doi:10.26811/peuradeun.v7i2.301
Cahyati, N., & Kusumah, R. (2020). Peran Orang Tua dalam Menerapkan Pembelajaran di Rumah Saat Pandemi Covid 19. Jurnal Golden Age, 4(1), 152–159.
Choi, J., Walters, A., & Hoge, P. (2017). Self-Reflection and Math Performance in an Online Learning Environment. Online Learning Journal, 21(4), 79–102. http://dx.doi.org/10.24059/olj.v21i4.1249
Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Fonna, M., & Mursalin, M. (2018). Role of Self-Efficacy Toward Students’ Achievement in Mathematical Multiple Representation Ability (MMRA). Jurnal Ilmiah Peuradeun, 6(1), 31-40. doi:10.26811/peuradeun.v6i1.174
Jauharul, F., Muhammad. (2016). Pengembangan Aplikasi Evaluasi Pembelajaran Online untuk Pendidikan Jarak Jauh. Jurnal Tekno, 26(2), 148–154.
Khoiriah, K. (2019). Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Penerapan Lembar Kerja Peserta didik Berbasis Penemuan. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 3(2), 551–568. https://ojsdikdas.kemdikbud.go.id/index.php/didaktika/index
Kristina, M., Sari, R. N., & Nagara, E. S. (2020). Model Pelaksanaan Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung. 4(2), 200–209. https://doi.org/10.24252/idaarah.v4i2.16945
Mahardini, M. M. A. (2020). Analisis Situasi Penggunaan Google Classroom pada Pembelajaran Daring Fisika. Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Metro, 8(2), 215–224. http://dx.doi.org/10.24127/jpf.v8i2.3102
Nelyano, A. U. (2021). Increasing Student Interest in Learning with Online Remedial Teaching Using Google Drive. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 4(1), 143–150. https://doi.org/10.26811/didaktika.v4i1.154
Oliver, R., & Herrington, J. (2002). Designing for reflection in online courses. ECU Publications.
Ong, R. (2000). The role of reflection in student learning: A study of its effectiveness in complementing problem-based learning environments.
Pranata, A. (2014). Ekspresi Emosi Melalui Computer Mediated Communication Pada Pengguna Social Network Sites di Kota Surabaya. Jurnal e-Komunikasi, 4(2), 1–13.
Prastowo, A. (2012). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Diva Press.
Richards, J. C., & Lockhart, C. (2007). Reflective teaching in second language classrooms / Jack C. Richards and. (15th ed.). Cambridge University Press.
Rizwan. (2016). Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Belajar IPA melalui Pembelajaran Kontekstual. Jurnal Educatio, 2(1), 11–20. https://doi.org/10.29210/12016227
Suana, W. (2016). Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta didik pada Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Keterampilan Proses. Jurnal Ilmiah Fisika Al-Biruni, 5(1), 5–22. https://doi.org/10.24042/jpifalbiruni.v5i1.101
Tafrilyanto, C. F., Lanya, H., & Zayyadi, M. (2020). Desain Pembelajaran Statistik Melalui Google Classroom. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 3(6), 653–662. https://doi.org/10.22460/jpmi.v3i6.653-662
Tanimu, A. J., & Abdullah, M. H. (2013). Relevance of Emoticons in Computer-Mediated Communication Contexts: An Overview. Canadian Center of Science and Education, 9(4). https://doi.org/10.5539/ass.v9n4p201
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam KTSP. Bumi Aksara.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua materi yang diterbitkan oleh Jurnal_Didaktika_Pendidikan_Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons 4.0 (CC-BY-SA) atau lisensi yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Izin akses di luar cakupan lisensi ini mungkin tersedia di perpustakaan digital dan database jurnal akses terbuka.










