Pembelajaran IPA Berbasis Mind Mapping dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis, Kreatif, Komunikatif, dan Kolaboratif
DOI:
https://doi.org/10.26811/didaktika.v5i2.345Abstrak
Pembelajaran berbasis mind mapping merupakan pembelajaran menggunakan peta pikiran melalui kata kunci, istilah, gambar/simbol, menggambarkan keutuhan materi. Pembelajaran tersebut dapat mendorong peserta didik dalam mengembangkan teknik berpikir ke segala arah, mengingat, membuat catatan, meningkatkan motivasi serta dapat menyimpulkan hasilnya dengan baik. Kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis dan kreatif, berkomunikasi serta berkolaborasi adalah kemampuan yang harus dikembangkan sejak dini untuk memasuki persaingan global. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran IPA berbasis mind mapping yang digunakan dalam pengembangan kemampuan peserta didik berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif; serta mengetahui perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif melalui pembelajaran IPA berbasis mind mapping. Bentuk penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus menggunakan instrumen nontes yakni lembar observasi dan wawancara. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif menggunakan analisis prosentase. Berdasarkan hasil analisis data, pembelajaran IPA berbasis mind mapping dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar, berkomunikasi dan berkolaborasi, lebih kritis dan kreatif dalam mengonstruksi pengetahuan dan belajar lebih mudah. Pembelajaran IPA berbasis mind mapping dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif masing-masing sebesar 35%, komunikatif 40%, dan kolaboratif sebesar 35%
Referensi
Amaliah, Nur. (2015). Penggunaan Software E-Draw Mind Map dengan Model Mind Mapping (Peta Pikiran) dalam Mengembangkan Kreativitas Berpikir Peserta Didik pada Mata Pelajaran Biologi. Karya Inovasi, Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional, pdf.
Darmadi, H. (2009). Kemampuan Dasar Mengajar, Landasan Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta
Deporter, B., & Mike, H. (2011). Quantum Learning. Bandung: Kaifa
Devy, P. K. (2016). Modul Guru Pembelajar Mata Pelajaran IPA SMP Kelompok Kompetensi C. Jakarta: Direktorat GTK Kemdikbud.
Hidayati, M. (2020). Media History Fun Thinkers Untuk Meningkatkan Keterampilan 4C dan Hasil Belajar IPS. Jakarta. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar 4 (2), 581-600.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jakarta: Direktorat GTK Kemdikbud.
Raupu, M. S. (2019). Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Media DUIT Terhadap Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik. Jakarta. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 3 (2), 591-606.
Purwanto, M. N. (2010). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua materi yang diterbitkan oleh Jurnal_Didaktika_Pendidikan_Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons 4.0 (CC-BY-SA) atau lisensi yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Izin akses di luar cakupan lisensi ini mungkin tersedia di perpustakaan digital dan database jurnal akses terbuka.










