Penggunaan Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Sains Siswa di Sekolah Menengah Pertama
DOI:
https://doi.org/10.26811/didaktika.v7i2.1025Abstrak
Keterampilan proses sains diperlukan siswa saat belajar Ilmu Pengetahuan Alam agar siswa dapat melakukan rangkaian kegiatan seperti yang dilakukan para ilmuwan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam merumuskan masalah dan berhipotesis melalui pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui mekanisme tes awal dan test akhir pada setiap siklus pembelajaran dengan konsep yang berbeda di semester ganjil kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tanjungsari. Konsep yang diambil pada pembelajarn ini adalah, Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan, Sistem Pernapasan, serta Fungsi Jaringan Tumbuhan. Terjadi peningkatan kemampuan kognitif dari hasil tes maupun keterampilan menuliskan rumusan masalah dan berhipotesis siswa pada terjadi peningkatan pada rentang angka yang tidak terlalu jauh pada setiap siklusnya. Redaksi rumusan masalah dan hipotesis siswa menunjukkan adanya hubungan variabel-variabel dalam penelitian. Partisipasi belajar siswa dalam kelompok semakin baik terutama saat mengumpulkan data dan diskusi analisis data.
Referensi
Campbell, N. A., Reece, J. B., Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Jackson, R. B. (2009). Biology: Eighth Edition. In Pearson-Benjamin Cummings (Vol. 53, Issue 9).
Douglas, E. P., & Chiu, C. C. (2009). Use of guided inquiry as an active learning technique in engineering. 2009 Research in Engineering Education Symposium, REES 2009.
FitzGerald, L. (2021). The twin purposes of Guided Inquiry: Guiding student inquiry and evidencebased practice. IASL Annual Conference Proceedings. https://doi.org/10.29173/iasl7721
Jamil , F, (2019). Mengulang – Mengaitkan Mata Rantai Proses Pembelajaran, Rumah Belajar, http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2019/10/mengulang-mengaitkan-mata-rantai-proses-pembelajaran/, Diunduh 20 September 2022.
Kemdikbud-Ristek. (2021). Modul Literasi Sains Di Sekolah Dasar. http://ditpsd.kemdikbud.go.id/upload/filemanager/2021/06/3%20Modul%20Literasi%20Sains.pdf. Diunduh 23 September 2022.
Kuhlthau, C. C., Maniotes, L., & Caspari, A. (2012). Guided Inquiry Design Framework. Website -Guided Inquiry Design.
Kuhlthau, C. C., & Maniotes, L. K. (2010). Building Guided Inquiry Teams for 21st-Century Learners. School Library Monthly, 26(5).
Leonard, W. (2000). How do college students best learn science? Journal of College Science Teaching, 29(6).
Poedjiadi, A. (2005). Sains Teknologi Masyarakat Model Pembelajaran Kontekstual Bermuatan Nilai. Remaja Rosdakarya.
Rustaman, N. (2007). Keterampilan Proses Sains. Sekolah Pasca Sarjana UPI. Bandung. http://file.upi.edu/Direktori/SPS/Prodi.Pendidikan_IPA/195012311979032-Nuryani_Rustaman/KPS_vs_KG.pdf. Diunduh 17 September 2022.
Saliman, S. (2009). Pendekatan Inkuiri dalam Pembelajaran. Informasi, 35(2). https://doi.org/10.21831/informasi.v2i2.6391 .
Sudjana, N. (2004). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung. Sinar Baru.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua materi yang diterbitkan oleh Jurnal_Didaktika_Pendidikan_Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons 4.0 (CC-BY-SA) atau lisensi yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Izin akses di luar cakupan lisensi ini mungkin tersedia di perpustakaan digital dan database jurnal akses terbuka.










