Analisis Soal Ujian Matematika Berkategori Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa SMP dengan Analisis Rasch Model
DOI:
https://doi.org/10.26811/didaktika.v7i1.1027Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji soal matematika berlabel higher order thinking skills (HOTS) pada tes. Elemen-elemen yang akan dievaluasi diatur dalam kotak untuk membuat pertanyaan tes, yang kemudian digunakan sebagai template untuk membuat pertanyaan tes setelah ditinjau secara kualitatif. Produk tersebut kemudian diujicobakan pada siswa kelas IX SMP Pesawaran. Dalam penelitian ini, data tes diklasifikasikan sebagai HOTS dan hasil validasi ahli digunakan untuk mengumpulkan data. Soal tes matematika kategori HOTS ada 18 soal terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 3 soal jawaban singkat. Berdasarkan analisis tingkat kesukaran soal pada uji coba uji lapangan, diketahui bahwa pada soal pilihan ganda terdapat delapan butir soal dengan kategori mudah dan tujuh butir soal pada kategori sedang. Pada soal essay terdapat satu butir soal dengan kategori mudah dan dua butir soal pada kategori sedang.
Referensi
Aji, B. S., Winarno, M. E. (2016). Pengembangan Instrumen Penilaian. Jurnal Pendidikan, Vol. 1, No. 7, Bln Juli, Thn 2016, Hal 1449-1463.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001).A Taxonomy for learning, teaching, and assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. Addison Wesley Longman.
Anim, A., Prasetyo, Y., & Rahmadani, E. (2019). Experimentation of Problem Posing Learning Model Assisted of Autograph Software to Students’ Mathematical Communication Ability in Terms of Student’s Gender. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 7(2), 331-342. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v7i2.301
Arifin, Z., & Retnawati, H. (2017). Pengembangan instrumen pengukur higher order thinking skills matematika siswa SMA kelas X. PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika, 12(1), 98-108. http://dx.doi.org/10.21831/pg.v12i1.14058
Arikunto. (2013). Membuktikan Validitas Instrumen. http://aynatimtoni.blogspot.com/2015/10/membuktikan-validitas-instrumen_88.html. 211.
Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Education Objectives: The Classification of Educational Goals. Ann Arbor, MI: Penayang Addison Wesley.
Budiman, A., & Jailani, J. (2014). Pengembangan instrumen asesmen higher order thinking skill (HOTS) pada mata pelajaran matematika SMP kelas VIII semester 1. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 1(2), 139-151. http://dx.doi.org/10.21831/jrpm.v1i2.2671
Dinni, H. N. (2018). HOTS (High Order Thinking Skills) dan Kaitannya dengan Kemampuan Literasi Matematika. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 170-176. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/19597
Fajriyatun, F., & Saliman, S. (2018). Media Stupa Merah Putih Bermagnet untuk Meningkatkan Hots dan Hasil Belajar dalam Penguatan Pendidikan Karakter. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 2(2), 319-340. Retrieved from https://ojsdikdas.kemdikbud.go.id/index.php/didaktika/article/view/80
Goethals, P. L. (2013). The persuit of higher-order thinking in the mathematics classroom: A review. West Point, NY: Centre for Faculty Excellence, United States Military Academy.
Husen, S., & Mansor, R. (2018). Parents Involvement in Improving Character of Children Through Mathematics Learning. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 6(1), 41-50. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v6i1.178
Jailani & Sugiman. (2018). Desain Pembelajaran Matematika Untuk Melatihkan Higher Order Thinking Skills. UNY PRESS.
Juniarta, Winarno. (2016). Pengembangan Instrumen Penilaian. Jurnal Pendidikan, Vol. 1, No. 8, Bln Agustus, Thn 2016, Hal 1659-1664.
King, F.J., Goodson,L., & Rohani, F. (2010). Keterampilan berpikir tingkat tinggi: Definisi, Strategi Pengajaran, Penilaian. Diambil pada tanggal 25 Juli 2015, dari http://goo.gl/su233T.
Kistiono, K. (2019). Pengembangan Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika SMA. Jurnal Inovasi Dan Pembelajaran Fisika, 6(1), 70-81.
Lazwardi, D. (2017). Implementasi evaluasi program pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 7(2), 142-156.
Liu, X. (2010). Essentials of sciences classroom assessment. Los Angeles, LA: SAGE Publication.
More Citation Formats
NCTM. (2017). Principles and standard for school mathematics. Reston, VA: The National Council of Teacher Mathematics, Inc.
Nurhasan. (2009). Daya Pembeda Soal. Jakarta: Universitas Terbuka. 32.
Presseisen, B. Z. (1985). Kecakapan Berpikir: makna dan model. Dalam A. L. Costa (Eds.), Mengembangkan pikiran: Buku sumber untuk pemikiran mengajar (hal. 43-48). Alexandria, VA: ASCD.
Purnomo, P. (2019). Penilaian Pembelajaran berbasis HOTS. Candradimuka Pers SMA Negeri 1 Kroya. Cilacap. Jawa Tengah. 36.
Purnomo, S. (2016). Pengembangan Soal Matematika Model PISA Konten Space and Shape untuk Mengetahui Level Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Berdasarkan Analisis Model Rasch. Tesis Program Studi Magister Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Retnawati. (2018). Desain Pembelajaran Matematika Untuk Melatihkan Higher Order Thinking Skill. UNY PRESS.
Rosidin, Undang. (2017). Evaluasi dan Asesmen Pembelajaran. Media Akademi.
Saputra, I. G. E. (2021). Pengaruh Game Edukasi Adventure Berbantuan Online Hots Test Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 5(3), 715-736. https://doi.org/10.26811/didaktika.v5i3.301
Sumintono, B. & Widhiarso, W. (2014). Aplikasi Model Rasch Untuk Peneliti- an Ilmu-Ilmu Sosial (edisi revisi).Trim Komunikata Publishing House.
Wijayanti, E., & Mundilarto, M. (2015). Pengembangan instrumen asesmen diri dan teman sejawat kompetensi bidang studi pada mahasiswa. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 19(2), 129-144. http://dx.doi.org/10.21831/pep.v19i2.5572
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua materi yang diterbitkan oleh Jurnal_Didaktika_Pendidikan_Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons 4.0 (CC-BY-SA) atau lisensi yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Izin akses di luar cakupan lisensi ini mungkin tersedia di perpustakaan digital dan database jurnal akses terbuka.










