Supervisi Klinis Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Memahami Bahan Ajar di Sekolah

Penulis

  • Swirna DJ. Kau Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Satap Tabongo, Gorontalo, Indonesia , Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Satap Tabongo, Gorontalo, Indonesia
  • Imran Atute Sekolah Menengah Pertama 1 Ponel, Gorontalo, Indonesia , Sekolah Menengah Pertama 1 Ponel, Gorontalo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26811/didaktika.v7i1.1043

Abstrak

Bahan ajar merupakan sesuatu yang bermakna bagi peserta didik maupun guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman guru tentang bahan ajar dengan menggunakan supervisi  klinis pada guru di SMP Negeri 2 Satap Tabongo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yakni pengamatan dan dokumentasi, dengan teknik analisis data yaitu menjabarkan secara rinci perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan  guru SMP Negeri 2 Satap Tabongo dalam memahami bahan ajar. Hal ini tampak dari 5 indikator penguasaan bahan ajar yaitu kemampuan (a) merencanakan bahan ajar, (b) mengorganisasikan bahan ajar, (c) memilih bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, (d) mengolaborasikan bahan ajar dengan sumber belajar lain, dan (e) menggunakan bahan ajar dalam proses pembelajaran.

Referensi

Ansori, A., Supriyanto, A., & Burhanuddin, B. (2016). Pelaksanaan Supervisi Klinis Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(12), 2321-2326.

Azhar, Lalu Muhammad. (1996). Supervisi Klinis dalam Penerapan Keterampilan Proses dan CBSA. Usaha Nasional.

Babuta, A. I., & Rahmat, A. (2019). Peningkatan Kompetensi Pedagodik Guru melalui Pelaksanaan Supervisi Klinis dengan Teknik Kelompok. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 1-28.

Imron, Ali. (1995). Pembinaan Guru di Indonesia. Dunia pustaka.

Iriyani, D. (2008). Pengembangan Supervisi Klinis untuk meningkatkan keterampilan dasar mengajar guru. Jurnal Didaktika, 2(02), 285-285.

Kartini, K., & Susanti, S. (2019). Supervisi Klinis Oleh Kepala Sekolah Terhadap Kualitas Pembelajaran. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), 4(2), 160-168.

Meliono, Anton dkk. (1990). Kamus Besar Bahasa Inggris. Balai Pustaka.

Mena, Y., Supriyanto, A., & Burhhanudin, B. (2016). Pelaksanaan Supervisi Klinis Dalam Meningkatkan Mutu Kinerja Guru Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(11), 2194-2199.

Mustaji. (2001). Proses Belajar Mengajar. FIS-Unesa.

Pidarta, Made. (1997). Landasan Kependidikan. Rineka Cipta.

Pidarta, Made. (1999). Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan. Bumi Aksara.

Purwanto, M. Ngalim. (2001). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Riyanto, Yatim. (2001). Landasan Pembelajaran. Surabaya. Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

Sahertian, A. Piet. (2000). Konsep Dasar dan Tehnik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya manusia. Rineka Cipta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sujarweni, V. Wiranta. (2014(. Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, dan mudah dipahami. Pustaka Baru Press

Usman, Moh. Uzer. (2002). Menjadi Guru Profesional. Remaja Rosdakarya.

Diterbitkan

2023-03-30

Cara Mengutip

Kau, S. D., & Atute, I. (2023). Supervisi Klinis Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Memahami Bahan Ajar di Sekolah. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 7(1), 143-154. https://doi.org/10.26811/didaktika.v7i1.1043