Pengembangan Modul Materi Cahaya Berbasis PBL4C Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Penengah Pertama
DOI:
https://doi.org/10.26811/didaktika.v4i3.121Abstrak
Pembelajaran di kelas harus didukung bahan ajar yang memunculkan permasalahan kontekstual sehingga meningkatkan proses berpikir siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan modul, tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai, kelebihan dan kekurangan modul, serta peningkatan keterampilan berpikir kritis setelah menggunakan modul. Pengembangan modul dengan menggunakan model 4D yaitu define, design, develop dan dessiminate menghasilkan modul PBL4C (Problem Based-Learning the 4 Core Areas). Skor hasil validasi materi modul adalah 3,31, skor validasi desain modul adalah 3,51, skor validasi bahasa modul adalah 3,47 yang berarti modul dapat dikatakan valid. Modul juga dikembangkan dalam aplikasi android sehingga siswa dapat belajar dimana saja, kapan saja, bersama siapa saja. PBL4C merupakan PBL yang merupakan integrasi dari pengetahuan multi disiplin, keterampilan multi dimensi, pikiran yang tepat dan nilai harmonis universal. Berdasarkan data penelitian yaitu uji normalitas, sebesar 0,131 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,179 dengan nilai p>0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menyatakan nilai F=1.072 dan nilai p>0.05 (sig. (0.422)>0.05) berarti sebaran data homogen. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan T test nilai p(.000) < 0.05. H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti modul dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Referensi
Fuad, N., Zubaidah, S., Susriyati, M., & Suarsini, E. (2017). Improving Junior High Schools' Critical Thinking Skills Based on Test Three Different Models of Learning. International Journal of Instruction, 10 (1), 101-116
Hussin, N. S. (2018). Industrial Evolution 4.0 and Education. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences. ISSN: 2222-6990, 316-421
Juweto, G. (2015). Effects of Jigsaw Co-Operative Teaching/Learning Strategy and School Location on Students Achievement and Attitude Towards Biology in Secondary School in Delta State. International Journal of Education and Research, 31-40
Kulshrestha, S. (2014). IMplementation of Cooperative Learning in Science: A Development-cum-Experimental Study. Education Research International, 1-7
Mohd Tahjudin, N., & Chinnappan, M. (2016). The Link between Higher Order Thinking Skills, Representation and Concepts in Enhancing TIMSS Tasks. International Journal of Instruction, 199-214
Pebriana, R. D. (2017). Effect of Problem Based Learning to Critical Thinking Skills Elementary School Students in Social Studies. Journal of Elementary Education, 1(1), 112-182
Preechaporn, W., Tat, T. B., Kin, L. C., & Kheong, F. H. (2011). Problem-Based Learning the 4 Core Areas (PBL4C): Preparing Childre for the Future. Inspiring Education: Creativity and Entrepreneurship (pp. 1-9). Jakarta Indonesia: 15th UNESCO-APEID International Conference
Yaduvanshi, S. (2015). Cooperative Learning: An Innovative Pedagogy for. International Journal of Applied Research, 274-279
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua materi yang diterbitkan oleh Jurnal_Didaktika_Pendidikan_Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons 4.0 (CC-BY-SA) atau lisensi yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Izin akses di luar cakupan lisensi ini mungkin tersedia di perpustakaan digital dan database jurnal akses terbuka.










