Pengembangan Media Pembelajaran Kincir Angin Berbasis Stem Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengomunikasikan Siswa Inklusi Kelas 4 Sekolah Dasar

Penulis

  • Ida Sri Astutik Sekolah Dasar Minggiran I , Sekolah Dasar Minggiran I

DOI:

https://doi.org/10.26811/didaktika.v4i3.132

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran kincir angina berbasis SEM (Science, Technology, Engineering and Mathematic), meningkatkan keterampilan mengomunikasikan, dan mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran kincir angin berbasis STEM) dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus atau inklusi kelas 4 sekolah dasar, karena mereka memiliki kekhasan yang berbeda dengan anak lainnya. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah lembaga pendidikan khusus agar kemampuan yang mereka miliki bisa terasah dengan maksimal. Sekolah Inklusi merupakan salah satu alternatif lembaga pendidikan formal yang menampung dan mengarahkan anak-anak ini untuk mengenal dan memahami tentang ilmu pengetahuan serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan mengomunikasikan pada siswa inklusi kelas 4 sekolah dasar belum bisa maksimal, hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata yang diperoleh yaitu hanya 66,67. Pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan dan dicarikan solusinya. Selama ini  pendidik hanya menggunakan metode ceramah dan kurang melibatkan aktivitas siswa di dalam kelas sehingga siswa tidak tertarik dalam kegiatan pembelajaran. Setelah menggunakan media pembelajaran kincir angin berbasis STEM terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam mengomunikasikan. Hasill menunjukkan nilai rata-rata meningkat sebesar 19,04 secara signifikan. Nilai rata-rata sebelumnya 66.67 menjadi 85,71. Selama proses pembelajaran disimpulkan bahwa menggunaan media pembelajaran kincir angin berbasis STEM dapat meningkatkan keterampilan mengomunikasikan pada siswa inklusi kelas 4 sekolah dasar.

Referensi

Budiyanto. (2005). Pengantar Pendidikan Inklusif Berbasis Budaya Lokal. Jakarta: Depdiknas

Cholik Mutohir Toho., & Gusril. (2004). Perkembangan Motorik pada Masa anak-anak. Jakarta. Depdikbud RI

Bybee, R. (2013). The case for STEM Education, Challeges and Opportunity, NSTA press. Arlington. Virginia

Daryanto. (2012). Media Pembelajaran. Bandung : PT Satu Nusa

Dedy Kustawan. (2012). Pendidikan Inklusif dan Upaya Implementasinya. Jakarta : Luxima

Deriyati, Putri. (2013). Pengaruh Keterampilan Berkomunikasi Sains Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Multiple Representations terhadap Literasi sains Siswa SMP. Bandar Lampung : Universitas Lampung

Djamaah, Syaiful B., & Azwan Z. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Indiyanto. (2013). Implementasi Pendidikan Inklusif. Surakarta : FKIP UNS

Komalasari Kokom. (2015). Pembelajaran Konstektual Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama

Marfuah. (2017). Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Peserta Didik. Volume 26, 148-160

Nurlaila, R., Enawaty, E., & Lestari.I. (2015). Upaya Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Melalui Model Pembelajaran Think-Talk-Write.

Puji Astuti., & Endah Nur Endah. (2015). “Balloon Powered Car” sebagai Media Pembelajaran IPA Berbasis STEM (science, technology, engineering, and mathematics). Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains 2015 (snips 2015), Bandung 8 dan 9 Juni 2015

Rusilana Rudi., Riyana Cepi. (2012). Media Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima

Suwarma. R. Irma (2015), Research on Theory and Practice STEM Education Implementation in Japan and Indonesia using Multiple Intelligences

Diterbitkan

2020-11-30

Cara Mengutip

Astutik, I. S. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Kincir Angin Berbasis Stem Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengomunikasikan Siswa Inklusi Kelas 4 Sekolah Dasar. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 4(3), 723-740. https://doi.org/10.26811/didaktika.v4i3.132

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama