Efektivitas Efektivitas Program CATCH Berbasis Tutor Sebaya Ditinjau dari Self-Efficacy dan Komunikasi Matematis Siswa
DOI:
https://doi.org/10.26811/didaktika.v5i2.171Abstrak
Self-efficacy dan komunikasi matematis merupakan problematika yang dikaitkan dengan program CATCH dan menjadi bahasan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program CATCH berbasis tutor sebaya terhadap self-efficacy dan kemampuan komunikasi matematis siswa. Program CATCH yang dilakukan adalah prapengembangan, pengembangan, dan paska pengembangan. Metode penelitian dan pengembangan mengikuti alur Akker meliputi pendahuluan dan uji formatif, mengacu pada Tessemer mencakup: evaluasi diri; uji ahli; uji perorangan; uji kelas kecil; uji terbatas. Subjek penelitian pengembangan ini adalah siswa SMP berjumlah 20 siswa. Pengambilan skor self-efficacy dari skala self-efficacy dan data kemampuan komunikasi matematis melalui pemberian tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa pengembangan program CATCH berbasis tutor sebaya memenuhi standar kelayakan materi, desain, dan bahasa. Hasil uji perorangan menunjukkan bahwa keterbacaan dan respon siswa terhadap program pada kategori sangat baik, dan uji kelas kecil menunjukkan efektivitas waktu membaca dan tingkat pemahaman pada kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CATCH berbasis tutor sebaya efektif meningkatkan self-efficacy dan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Referensi
Ahmadi, A dan Supriyono, W. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Akker, J. (2006). Educational Design Research. London and New York: Routledge.
Ansari. (2009). Komunikasi Matematik. Banda Aceh: Yayasan Pena.
Arikunto, S. (1999). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. ed. Rev. IV. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2013). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Badri, M., Lubis, D., Susanto, D., & Suharjito, D. (2018). Communication Risk of Stakeholders in Preventing Forest and Land Fires in Riau Province. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 6(2), 179-198. doi:10.26811/peuradeun.v6i2.222
Bandura, A. (1977). Self-Efficacy: Toward a Unifyng Theory of Behavioral Change. Psicologycal Review. Stanford University: Vol. 84, No.2, P. 191-215.
Bandura, A. (1994). Self Efficacy. In V.S. Ramachaudran (Ed). Encyclopedia of Human Behavior (Vol. 4, pp. 71-81). New York: Academic Press. (Reprinted in H. Friedman [Ed.], Encyclopedia of Mental Health. San Diego: Academic Press, 1998).
Danoebroto, S W. (2015). Teori Belajar Konstruktivis Piaget dan Vigotsky. Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education Volume 2 Nomor 3 Tahun 2015. http://idealmathedu.p4tkmatematika.org: ISSN 2407-7925. Publikasi: 7 Januari 2016.
Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Teknik Belajar dengan Modul, Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Depdiknas. (2006) Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika SMP/ MTS. Jakarta: Depdiknas.
Hake, R. (1999). Analizing Change/ Gain Scores. [online]. http://www.physics. Indiana.edu. [13 Juli 2016].
Hamidah. (2014). Pengaruh Self Efficacy Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematik. Seminar Nasional Pendidikan Matematika FMIPA. Universitas Negeri Yogyakarta. http://seminaruny.ac.id. 26 Juli 2016].
Hulukati, E. (2005). Mengembangkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematik Siswa SMP Melalui Model Pembelajaran Generatif. Disertasi. Program Pascasarjana: Digilib.upi.edu. Publikasi: 07 Januari 2013.
Karolina, C., Maryani, E., & Sjuchro, D. (2020). The Communication Competence of Visual Reader at Visually Impaired's Cinema. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 8(2), 225-242. doi:10.26811/peuradeun.v8i2.488
National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Executive Summary Principles and Standards for School Mathematics. www.nctm.org.pdf: [21 Juli 2016].
Nguyen, M. (2013). Peer Tutoring as a Strategy to Promote Academic Success. Research Brief: Duke University.
Pakpahan, H L. (2014). Analisis Self-Efficacy dan Kesalahan dalam Mengerjakan Soal Pemalaran Matematis Siswa SMA. Program Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
Permendikbud Nomor 81 A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Provasnik. (2016). Highlights From TIMSS and TIMSS Advanced 2015. Page 5-9. National Center for Education Statistics. Institute od Education Sciences. US Department of Education
Raditiana dan Yorni. (2013). Pengembangan Model Peer Guidance untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 2 Salatiga. http://repository.uksw.edu/handle/123456789/3572. [11 Juni 2016].
Roscoe, Chi. (2007). Tutor Learning: The Role of Explaining and Responding to Questions. Springer Science Business Media B.V. 2007. [13 April 2015].
Ruseno dan Titin. (2010). Metode Pembelajaran Tutor Teman Sebaya Meningkatkan Hasil Belajar Berdasarkan Regulasi Diri. Makara, Sosial Humaniora Vol. 14, No.2, 91 – 97.
Schunck dan Pajares. (2002). The Development of Academic Self-Efficacy: Chapter in A Wigfield & J. Eccles (Eds). Development of Achievement Motivation. San Diego: Academic Press. LAEB Room 5108. Purdue University. dschunk@purdue.edu. [28 April 2016].
Sudrajat. (2012). Permendiknas RI Nomor 23 Tahun 2006. [Online]. http://akhmad sudrajat.files.wordpress.com/2012/01/nomor-23-tahun-2006. pdf. [1April 2016].
Tessemer. (1993). Planning and Conducting Formative Evaluations: Improving the Quality of Education and Training. London and New York: Routledge.
The SEA Program: Model of Esteem. (2004). The Tool of Coping Series and the SEA’s Program Recovery. [Online]. http://www.esteem.model.htm. [17 Juli 2016].
Zulkosky, K. (2009). Self-Efficacy: A Concept Analysis. http://www.onlinelibrary.wiley.com. Volume 44, Issue 2. Publikasi: April 2009. [12 Agustus 2016].
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua materi yang diterbitkan oleh Jurnal_Didaktika_Pendidikan_Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons 4.0 (CC-BY-SA) atau lisensi yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Izin akses di luar cakupan lisensi ini mungkin tersedia di perpustakaan digital dan database jurnal akses terbuka.










