Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 5 Kendari melalui Strategi Make a Match

Penulis

  • Sitti Maryam Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia , Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26811/didaktika.v6i2.677

Abstrak

Banyak faktor yang ditengarai menjadi pemicu rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS antara lain: struktur materi yang sangat padat, cakupan materi yang luas dan terdiri dari kajian-kajian ilmu sosial yang bermacam-macam (sejarah, sosiologi, ekonomi, dan geografi), anak belum memiliki ketrampilan belajar untuk menguasai materi tersebut  dan metode mengajar guru yang belum sesuai dengan karakteristik siswa. Masalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang relatif rendah juga terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kendari. Desain penelitian yang digunakan adalah metode alir dari Kemmis dan Taggart dengan model siklus. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi dan tes hasil belajar. Prosedur analisis data menggunakan analisis model interaktif dari Melles dan Huberman. Berdasarkan analisis hasil tes dan temuan dalam refleksi-evaluasi kegiatan pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa (a), penerapan strategi make a macth dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial; (b) Penerapan strategi ini dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar 3) Persentase dan jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas KKM mencapai lebih dari 85%; dan 4) Persepsi siswa terhadap penggunaan strategi make a macth yang diterapkan dalam penelitian ini sangat positif.

Referensi

Ahmadi, A dan Prasetya. (2005). Strategi Belajar Mengajar. Pustaka Setia.

Baharuddin &Esa Nur W. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Ar- Ruzz Media.

Budimansyah, D. (2002). Model Pembelajaran dan Penelitian Portofolio. Genesindo.

Depdiknas. (2006). Panduan Pengembangan Silabus IPS Sekolah Menengah Pertama. BSNP-Depdiknas.

Djamarah, S. (2002). Psikologi Belajar. Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. (2007). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.

Jensen, E. (2008). Brain Based Learning. Pustaka Pelajar.

Mulyasa, E. (2008). Menjadi Guru Profesional. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2008). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Remaja Rosda Karya.

Meier, D. (2005). The Accelerated Learning. Bandung: PT. Mizan Pustaka.

Usman, N., AR, M., Murziqin, R., & Tabrani ZA. (2018). The Principal’s Managerial Competence in Improving School Performance in Pidie Jaya Regency. Advanced Science Letters, 24(11), 8297–8300. https://doi.org/10.1166/asl.2018.12545

Poerwadarminta.W.J.S. (1999).Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Risminawati (2008). Perencanaan Pembelajaran. Surakarta: FKIP UMS.

Salami, S. (2015). Implementing Neuro Linguistic Programming (NLP) in Changing Students’ Behavior: Research Done at Islamic Universities in Aceh. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 3(2), 235-256.

Silberman, M (2006). Active Learning. Bandung: Nusamedia.

Sudjana, N (2005). Dasar-Dasar Proses BelajarMengajar. Bandung: Sinar Baru.

Sugiyanto. (2008). Model- model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: FKIP UNS.

Sudjana, Nana. (2001).Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Uno, Hamzah.B. (2008). Desain Pembelajaran. Gorontalo: Nurul Jannah.

Winkel, W.S. (1991). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT Gramedia.

Winkel, W.S. (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT Gramedia.

Wiriaatmadja, R. (2008). Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Zaini, H., dkk. (2008). Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Diterbitkan

2022-07-30

Cara Mengutip

Maryam, S. (2022). Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 5 Kendari melalui Strategi Make a Match. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 6(2), 411-432. https://doi.org/10.26811/didaktika.v6i2.677