Pengembangan Media Rotasi Dinamis untuk Membangun Kemampuan Literasi Numerasi pada Pembelajaran Transformasi
DOI:
https://doi.org/10.26811/didaktika.v6i2.692Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media rotasi dinamis yang valid, praktis, efektif, dan bagaimana media tersebut dapat mengembangkan literasi numerasi. Media tersebut diterapkan pada siswa kelas IX terdiri atas 22 orang siswa. Pengembangan media menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development ) dengan model 4D yakni merupakan kepanjangan dari Define, Design, Development dan Dissemination. Diketahui hasil uji validitas dari ahli materi sebesar 3,04 dan dari ahli media sebesar 3,05 artinya bahwa media yang dikembangkan sudah valid untuk digunakan. Untuk uji kepraktisan diperoleh sebesar 3,3 yang menunjukan bahwa media yang digunakan praktis. Dari uji kefektifan diperoleh rata-rata nilai tes kemampuan literasi numerasi sebesar 84,16 dan ketuntasan klasikal 100% yang telah memenuhi kriteria keefektivan. Penerapan media ini mengakibatkan kemampuan literasi numerasi mencapai rata-rata 75,57 dan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 86,36 %, angket respon siswa dengan skor 3,27 yang menunjukan kategori positif. Berdasarkan uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan yang dilakukan, media rotasi dinamis memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Media yang digunakan proses pembelajaran, menunjukkan bahwa media rotasi dinamis dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi pada pembelajaran transformasi.
Referensi
Amir, A. (2016). Penggunaan media gambar dalam pembelajaran matematika. Jurnal eksakta, 2(1), 34-40.
Asyhar (2013). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Refrensi Jakarta
Azhari, B., Yacoeb, M., & Irfan, A. (2020). Learning for Children with Special Needs of Dyscalculia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 8(3), 475-496. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v8i3.550
Dahar, Ratna Wilis.(2011). Teori-teori belajar dan Pembelajaran. Erlangga.
Hobri. (2010). Metodologi Penelitian Pengembangan (Aplikasi pada Penelitian Pendidikan Matematika). Pena Salsabila.
Han, W., Santoso, D., & dkk. (2017). Materi Pendukung Literasi Numerasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud. (2016). Pembelajaran dan penilaian mata pelajaran matematika Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/Mts) dalam Kurikulum 2013. Jakarta.
Musdiani, M. (2018). The Influence of Problem-Based Learning Model on Learning IPS. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 6(2), 267-276. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v6i2.220
OECD. (2015). PISA 2015 Assesment and Analytical Framework: Mathematics, Reading,Science, Paris: OECD.
Parta, I. N. (2009). Pengembangan Model Pembelajaran Inquiry untuk Penghalusan Pengetahuan Matematika Mahasiswa Calon Guru melalui Pengajuan Pertanyaan. UNESA.
Suharjana, A. (2009). Pemanfaatan Alat Peraga Sebagai Media Pembelajaran Matematika. Depdiknas.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sumadi, Ibrahim (2018). Penelitian dan Pengembangan. Yogjakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.
Thiagarajan, dkk. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exeptional Children. A Sourcebook. Indiana University. Bloomington.
Zulkarnain, I., & Sari, N. A. (2014). Model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Edu-Mat: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2).
Zulkifli, M., & Sumadi (2018). Literasi dalam Pembelajaran Matematika. Yogjakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.
Walidin, W., Idris, S., & Tabrani ZA. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif & Grounded Theory. FTK Ar-Raniry Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua materi yang diterbitkan oleh Jurnal_Didaktika_Pendidikan_Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons 4.0 (CC-BY-SA) atau lisensi yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Izin akses di luar cakupan lisensi ini mungkin tersedia di perpustakaan digital dan database jurnal akses terbuka.










